5 Jenis Format Content Production yang Relevan untuk Marketing

Strategi marketing online kerap mengalami perubahan dari waktu ke waktu, sebab para  pelaku bisnis dipaksa untuk beradaptasi dengan perubahan cepat algoritma platform. Maka dari itu, memahami dasar format content production bisa menjadi langkah penting agar konten tetap relevan dan bisa bersaing di tengah perubahan algoritma.

Format produksi konten sendiri banyak jenisnya, pemilihannya bisa disesuaikan dengan platform di mana bisnis Anda dapat berkembang. Misalnya produk Anda menargetkan kalangan Gen Z, maka platform seperti Instagram, TikTok, hingga Threads bisa diandalkan.

Inilah Format Content Production yang Populer untuk Pemasaran

Berikut ini jenis content production yang dapat Anda pilih untuk perkembangan bisnis secara daring.

1. Video Pendek

Pertama ada video pendek, yang biasanya berdurasi 15 detik hingga 1 menit. Konten ini juaranya di media sosial, karena kontennya ringkas dan mudah dikonsumsi. 

Bahkan tercatat, konten video pendek ini memiliki engagement rate lebih tinggi hingga 3 kali dibandingkan dengan jenis konten lain. Konten ini cocok diunggah di platform Instagram, YouTube Short Video, dan Tiktok.

Untuk membuat konten video singkat yang sukses, Anda dapat menciptakan hook yang kuat di 3 detik pertama, lalu dikombinasikan dengan story telling yang menarik. Jangan lupa tambahkan subtitle, agar pengguna tetap mengerti pesan yang disampaikan meski menontonnya tanpa suara. Untuk memancing interaksi dengan audiens, akhiri dengan pertanyaan.

2. Carousel Post

Berikutnya ada Carousel Post yang berupa konten slide dengan menonjolkan visual yang menyegarkan dan teks informasi yang singkat. Konten ini mendorong interaksi audiens lewat aktivitas geser slide.

Menariknya, format konten ini sempat bisa diunggah di Linkedin meski kini fiturnya sudah dihapus. Walaupun begitu, konten ini dapat diunggah di Instagram, bahkan dk platform tersebut konten ini masih banyak peminatnya, asal buat hook yang lugas dan bikin penasaran.

3. Threads

Akhir-akhir ini Threads kembali populer sebagai sarana konten marketing. Threads merupakan jenis konten yang mengandalkan percakapan berbasis teks, atau teks story telling. Konten ini biasanya muncul di platform Twitter (X) atau Thread itu sendiri.

Thread yang logis dan punya value menarik dapat membangun otoritas tanpa harus mengarahkan audiens ke luar platform. Pasalnya, algoritma kedua platform tersebut memprioritaskan interaksi native, dan thread edukatif yang memberi ruang eksplorasi dalam 4 hingga 10 tweet, tanpa kehilangan fokus.

Untuk membuat konten threads yang trending, Anda dapat memulainya dengan membuat tweet pembuka, biasanya mengandung hook dan kalimat persuasif untuk memikat target. 

Lalu, buat beberapa tweet yang bernilai, memiliki teks menarik dan pesan yang bermakna. Emoji dan numbering bisa membantu konten jadi lebih jelas dan mudah dipahami.

Terakhir sertakan CTA di akhir tweet untuk melibatkan audiens, misalnya open diskusi atau meminta retweet.

4. Podcast

Podcast selalu jadi teman menyenangkan bagi sebagian mereka yang melakukan perjalanan. Format content production ini sering digunakan para pebisnis untuk melakukan marketing secara halus. Isinya bisa berupa monolog, wawancara, multi-host, atau dokumenter.

5. Polling dan Microsurvey

Terakhir ada Polling dan Microsurvey, jenis konten yang cukup diandalkan sebagai strategi pendekatan ramah audiens. Konten ini mendorong partisipasi langsung audiens untuk membantu brand memberikan kebutuhan mereka secara cepat.

Konten ini paling efektif dibuat di Instagram dan Linkedln dalam meningkatkan reach dan engagement. Terutama membuat polling di LinkedIn, brand Anda bisa  menjangkau ribuan impression tanpa harus punya follower besar.

Apabila Anda membutuhkan content production yang berkualitas, Anda bisa berkolaborasi dengan IDEOWORK. Mereka akan menghasilkan konten berkualitas yang sesuai dengan tone of brand Anda dan target pasar. Informasi lebih lengkap bisa kunjungi website resminya.

Artikel yang Direkomendasikan