Skuter Listrik di Indonesia Dipelopori oleh Eviar

0
633
Fenomena Scooter Listrik Berteknologi Mutakhir

Sepeda motor listrik kini lebih sering dijumpai di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kebutuhan alternatif selain motor berbahan bakar minyak yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

Selain itu, kendaraan listrik dinilai juga lebih efisien dari sisi bahan bakar. Dalam jarak yang sama, kendaraan yang juga disebut dengan istilah kendaraan hibrida ini membutuhkan bahan bakar yang lebih sedikit dari kendaraan konvensional.

Dari sekian banyak kendaraan listrik yang ditawarkan, skuter listrik menjadi salah satu yang belum populer.

motor eviar

Bahkan berita tentang kemunculan skuter listrik baru didengar saat perusahaan dari Taiwan yang berhasil menjual 30 ribu unit skuter listrik. Kabar baik tersebut kemudian mendorong produsen sekelas Eviar untuk mengembangkan skuter listrik di tanah air.

Proyek ini pun dimulai dengan uji coba 10 unit skuter secara internal dan ke beberapa pihak lain.

Namun ada yang menarik dari uji coba tersebut.

Eviar merancang skuter listrik Indonesia ini dengan platform yang sangat mirip dengan produk motor konvensional mereka, yakni Fino. Maka untuk membedakannya, Eviar memberikannya nama E-Vino.

Huruf “E” jelas merujuk pada kata ‘electric’ yang mengartikan kata listrik. Listrik itu pun disimpan ke dalam baterai 50V-12Ah yang apabila dalam keadaan penuh dapat menempuh jarak sekitar 30 kilometer.

Jarak tersebut masih termasuk dekat, dan tentunya Eviar kan terus mengembangkan sumber daya tenaga di produk mereka. Namun kabar baiknya, baterai tersebut dapat terisi penuh hanya dalam waktu 3 jam saja.

Durasi ini termasuk singkat bila dibandingkan dengan kendaraan listrik versi sebelumnya yang membutuhkan 4-5 jam pengisian ulang.

Akan tetapi bila Anda tidak memiliki banyak waktu untuk menunggu, Anda bisa melepasnya dan dan mengganti dengan baterai baru yang sudah ‘full tank’. Fitur semacam ini pastinya akan sangat digemari.

Kemudian dari sisi berat, skuter listrik E-Vino ini lebih ringan dari Fino sebagai inspiratornya. Ia hanya berbobot 60 kilogram dengan dimensi panjang 1675 mm, lebar 660 mm, dan tinggi 1005 mm.

Sadar akan potensi pasar yang besar di Indonesia, Eviar rencananya akan terus melakukan inovasi agar produk baru mereka ini terus diminati.

Salah satunya adalah dengan menambah daya baterai dan menyiapkan gerai pengisian ulang dan servis.

Dengan semakin banyak tempat untuk servis, pelanggan juga akan lebih tenang bila harus menggunakannya dalam jarak jauh. Selain itu, E-Vino juga belum dilengkapi dengan sistem pengereman cakram sehingga kualitas rem masih kalah pamor dari Fino di kelas konvensional.

Tentunya ini akan menjadi catatan tersendiri untuk Eviar agar produknya semakin diminati.

Nah, apakah Anda tertarik untuk memiliki skuter listrik yang satu ini? Nantikan kehadirannya secara luas di gerai Eviar terdekat.