Fakta Menarik Tentang Mobil Aplikasi Ovutest

0
764

Sedang mencoba untuk hamil? Lebih baik, ketahui dulu siklus ovulasi Anda. Apa sih ovulasi itu? Ovulasi adalah proses tubuh memproduksi satu atau lebih sel telur dari dalam ovarium. Ketika sel telur tersebut dibuahi oleh sperma, Anda akan berhasil hamil. Maka itu, mengetahui siklus ovulasi sangat penting Setiap wanita bisa memiliki pertanda yang berbeda-beda saat berovulasi, bahkan pada beberapa wanita, pertandanya sama sekali tidak terlihat.

Waktu ovulasi juga berbeda-beda bagi setiap wanita anda bisa menggunakan mobile aplikasi ovutest untuk informasi masa ovulasi. Beberapa wanita mengalami ovulasi pada hari yang berbeda-beda di setiap bulannya. Sementara itu, tanggal ovulasi sebagian wanita selalu sama di setiap bulannya.

Banyak wanita yang berpikir bahwa waktu ovulasi mereka adalah pada hari ke-14 setelah siklus menstruasi. Namun, hal tersebut hanya bisa terjadi kalau siklus menstruasi mereka tepat 28 hari. Rata-rata siklus menstruasi adalah sekitar 28 sampai 32 hari. Sebenarnya, kesuburan dan kemungkinan Anda bisa hamil paling tinggi pada saat sekitar 5 hari sebelum berovulasi, di hari ovulasi, dan sehari setelah berovulasi.

Sel telur bisa bertahan sekitar 12 – 24 jam setelah diproduksi. Namun, sperma bisa bertahan berhari-hari setelah Anda berhubungan seks.selain menggunakan mobile aplikasi ovutest ada banyak tanda yang bisa anda lakukan, Nah sekarang, apa sih pertanda umum terjadinya ovulasi? Berikut tanda-tandanya.

Puting Susu Menjadi Lembut, Sensitif, atau Nyeri, Karena banyak hormon yang diproduksi tubuh tepat sebelum dan sesudah ovulasi, maka dampaknya bisa terlihat di puting susu Anda. Banyak Hormon Pelutein yang Terdeteksi di Tes Ovulasi  Tes ovulasi adalah sebuah alat untuk mendeteksi ovulasi.

Alat ini mengukur kadar hormon pelutein dalam urine. Pelutein adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari. Tubuh Anda selalu memproduksi hormon pelutein, namun produksinya meningkat sekitar 24 sampai 48 jam sebelum Anda berovulasi. Peningkatan kadar pelutein inilah yang memicu terjadinya ovulasi.

Indra Penciuman, Perasa, dan Penglihatan Meningkat, Untuk sejumlah wanita, peningkatan fungsi panca indra bisa menjadi pertanda ovulasi, misalnya, Anda memiliki indra penciuman yang lebih sensitif pada paruh akhir siklus ovulasi.